tl;dr: OpenClaw bisa kirim laporan otomatis tiap pagi (atau jadwal apapun) ke Telegram/WhatsApp — tanpa kamu minta manual tiap hari. Caranya pakai fitur cron/scheduled task bawaan OpenClaw: kamu set jadwal sekali, agent otomatis bangun sesuai waktu yang ditentukan, kerjain tugasnya (misal rangkum data, cek status), dan kirim hasilnya ke chat kamu. Artikel ini jelasin cara setup-nya + contoh use case laporan harian yang beneran kepakai.
Bayangin tiap pagi jam 8, kamu udah dapet ringkasan otomatis: “Kemarin ada 12 order baru, 3 komplain, stok produk X tinggal 5.” Gak perlu buka dashboard, gak perlu minta siapa-siapa — AI agent-mu yang kerjain dan kirim sendiri. Ini bukan fantasi, ini fitur bawaan OpenClaw yang namanya scheduled task (cron).
Tutorial ini nunjukin cara setup laporan otomatis terjadwal. Kalau kamu udah punya agent yang bisa baca data (dari database atau Google Sheets), scheduled task ini yang bikin agent itu jalan sendiri tanpa kamu pancing.
Konsep dasar: apa itu scheduled task
OpenClaw punya scheduler bawaan (namanya cron, mirip konsep cron job di sistem Linux) yang jalan di dalam proses Gateway-nya. Cron ini yang “membangunkan” agent di waktu yang kamu tentukan, lalu ngejalanin tugas yang kamu kasih. Ada beberapa jenis jadwal:
- Sekali jalan (one-shot) — misal “ingetin saya jam 4 sore besok”.
- Interval tetap — misal “tiap 1 jam” atau “tiap 1 hari”.
- Cron expression — jadwal presisi kayak “tiap Senin jam 8 pagi” pakai format cron standar.
Yang paling relevan buat laporan harian adalah opsi kedua atau ketiga — jadwal berulang di waktu yang sama tiap hari.
Langkah 1: Tentukan apa yang mau dilaporkan
Sebelum setup jadwal, tentuin dulu isi laporannya. Contoh yang praktis:
- Rekap order/penjualan kemarin (dari database atau spreadsheet).
- Status stok barang yang menipis.
- Ringkasan email/chat penting yang masuk semalam.
- Reminder tugas atau deadline hari ini.
Semakin jelas instruksinya, semakin konsisten hasil laporannya. Instruksi yang bagus itu spesifik: bukan cuma “kasih laporan”, tapi “rangkum jumlah order, total omzet, dan produk yang stoknya di bawah 10 unit, dari data kemarin.”
Langkah 2: Buat scheduled task
Di OpenClaw, kamu bisa bikin jadwal lewat perintah cron (CLI) atau instruksi ke agent langsung. Prinsip settingnya:
- Tentukan jadwal — misal jam 8 pagi tiap hari.
- Tentukan pesan/tugas yang mau dijalankan agent tiap kali jadwal itu tiba — ini yang isinya instruksi laporan dari Langkah 1.
- Tentukan ke mana hasilnya dikirim — sesi chat tertentu (Telegram, WhatsApp) yang udah terhubung ke OpenClaw-mu.
Setelah jadwal aktif, OpenClaw akan otomatis “bangun” di waktu yang ditentukan, jalankan tugasnya (termasuk baca data kalau perlu), dan kirim hasilnya ke chat yang kamu tunjuk — semua tanpa kamu ketik apa-apa.
Langkah 3: Pastikan Gateway selalu jalan
Ini poin teknis yang penting: scheduler OpenClaw jalan di dalam proses Gateway. Artinya, kalau Gateway/server-nya mati atau restart, jadwal gak akan terpicu sampai servernya nyala lagi. Untuk laporan yang beneran diandalkan tiap hari:
- Jalankan OpenClaw di server yang nyala terus (VPS), bukan laptop pribadi yang sering dimatikan.
- Definisi jadwal tersimpan permanen (persisten) — jadi kalau server restart, jadwal yang udah diset tetap ada, cuma perlu Gateway-nya nyala lagi buat mulai jalan.
Langkah 4: Set timezone yang benar
Jadwal tanpa timezone eksplisit biasanya dianggap UTC — kalau kamu di Indonesia (WIB/WITA/WIT), pastikan set timezone yang sesuai supaya “jam 8 pagi” beneran jam 8 pagi waktu lokalmu, bukan jam 8 UTC (yang berarti jam 3 sore WIB).
Contoh use case yang beneran kepakai
- Laporan penjualan harian — tiap pagi, rekap order & omzet kemarin dari database, kirim ke grup Telegram tim.
- Cek stok mingguan — tiap Senin, daftar produk yang stoknya menipis, biar tim purchasing bisa restock.
- Reminder follow-up — tiap sore, cek lead yang belum di-follow-up lebih dari 2 hari, ingetin sales.
- Ringkasan komplain — tiap pagi, rangkum komplain yang masuk semalam biar tim CS bisa prioritaskan.
Yang perlu diperhatikan
- Jangan bikin laporan kepanjangan. Ringkas dan actionable lebih berguna daripada dump data mentah.
- Test dulu manual sebelum dijadwalkan — pastikan instruksinya menghasilkan laporan yang bener, baru dijadwalkan otomatis.
- Kalau laporannya butuh akses data sensitif (database, dokumen internal), terapkan prinsip akses aman yang sudah dibahas di tutorial akses database — user read-only, kredensial aman.
Laporan otomatis ini contoh kecil dari apa yang bisa dilakukan Karyawan AI yang jalan di background, ngerjain tugas rutin tanpa kamu minta tiap kali. Kalau kamu mau belajar bikin agent yang lebih kompleks dari nol, konsepnya diajarin di panduan membuat Karyawan AI langkah demi langkah.
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Apakah laporan otomatis ini butuh server nyala 24 jam?
Ya, karena scheduler OpenClaw berjalan di dalam proses Gateway. Kalau server mati saat jadwal seharusnya jalan, laporan tidak akan terkirim di waktu itu. Untuk laporan harian yang diandalkan, jalankan OpenClaw di VPS yang menyala terus-menerus, bukan komputer yang sering dimatikan.
Bagaimana cara memastikan waktu laporan sesuai jam Indonesia?
Jadwal tanpa timezone eksplisit biasanya dianggap UTC. Pastikan mengatur timezone yang sesuai (misalnya Asia/Jakarta untuk WIB) saat membuat jadwal, supaya waktu yang kamu maksud benar-benar sesuai dengan jam lokal, bukan UTC.
Apakah jadwal yang sudah dibuat hilang kalau server restart?
Tidak. Definisi jadwal tersimpan secara persisten, jadi tetap ada setelah restart. Yang dibutuhkan hanya Gateway kembali menyala agar jadwal bisa mulai berjalan lagi sesuai waktunya.
Apa bedanya laporan terjadwal dengan tanya manual ke agent?
Laporan terjadwal berjalan otomatis di waktu yang ditentukan tanpa kamu perlu mengetik apa pun, sementara tanya manual membutuhkan kamu memicu setiap kali. Untuk kebutuhan rutin seperti rekap harian, terjadwal jauh lebih praktis karena kamu tinggal menerima hasilnya.
Bisakah laporan dikirim ke lebih dari satu tujuan sekaligus?
Pada dasarnya satu jadwal dikaitkan dengan satu sesi atau channel pengiriman. Kalau kamu butuh mengirim ke beberapa tujuan berbeda, kamu bisa membuat beberapa jadwal terpisah dengan tugas yang sama tapi channel tujuan berbeda.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi. Detail perintah dan opsi konfigurasi scheduled task bisa berubah seiring update OpenClaw — verifikasi langkah terkini di dokumentasi resmi (docs.openclaw.ai) sebelum implementasi.
Referensi:
Artikel telah diupdate pada 30/07/2026 untuk memastikan artikel tetap sesuai kondisi terkini.









Tinggalkan Balasan