tl;dr: Sub-agent di Claude Code itu asisten AI khusus yang jalan di context window sendiri — dipakai buat tugas sampingan (nyari file, baca log, riset) biar percakapan utama kamu gak numpuk konteks. Claude Code punya 3 sub-agent bawaan (Explore, Plan, general-purpose), tapi kamu juga bisa bikin custom pakai file Markdown + YAML frontmatter. Artikel ini jelasin cara bikinnya langkah demi langkah, plus kapan tepat dipakai.
Kenapa Butuh Sub-Agent
Bayangkan kamu lagi minta Claude Code implementasi fitur baru. Di tengah jalan, dia perlu nyari 40 file yang relevan dan baca isinya. Kalau semua hasil pencarian itu masuk ke percakapan utama, context window kamu cepat penuh sama informasi yang gak bakal kamu rujuk lagi — dan itu bikin Claude makin lambat dan mahal.
Sub-agent menyelesaikan ini: tugas sampingan itu didelegasikan ke asisten terpisah yang kerja di context window-nya sendiri, terus cuma balikin ringkasannya ke percakapan utama. Konteks utama tetap bersih, fokus, dan hemat token.
Konsep ini mirip dengan sistem sub-agent di OpenClaw — sama-sama soal delegasi dan isolasi konteks, cuma Claude Code fokus di konteks coding.
Manfaat Sub-Agent
- Jaga konteks bersih — eksplorasi dan implementasi gak numpuk di percakapan utama.
- Batasi tool — sub-agent bisa dikunci cuma boleh baca file (gak bisa edit), buat keamanan.
- Reusable — konfigurasi bisa dipakai ulang lintas proyek.
- Spesialisasi — system prompt fokus buat domain tertentu (review keamanan, testing, dll).
- Hemat biaya — routing tugas ringan ke model murah kayak Haiku.
Sub-Agent Bawaan Claude Code
Sebelum bikin custom, kenali dulu 3 sub-agent bawaan:
Explore
Agent read-only yang cepat, dioptimalkan buat nyari dan analisis codebase. Tools: read-only (Write & Edit ditolak). Fungsi: nemuin file, cari kode, eksplorasi codebase tanpa ngubah apa pun.
Plan
Agent riset yang dipakai saat plan mode — ngumpulin konteks sebelum Claude nyajiin rencana. Read-only juga, jadi eksplorasi tetap di context window terpisah sementara percakapan utama tetap read-only.
General-purpose
Agent serba bisa buat tugas kompleks multi-langkah yang butuh eksplorasi sekaligus aksi. Tools: semua. Dipakai kalau tugas butuh eksplorasi + modifikasi, reasoning kompleks, atau beberapa langkah bergantung.
Cara Bikin Sub-Agent Custom
Sub-agent custom adalah file Markdown dengan YAML frontmatter. Ada dua cara bikinnya: minta Claude nulisin, atau tulis file-nya sendiri.
Langkah 1: Tentukan Scope
Pilih apakah sub-agent ini level proyek (cuma buat repo ini, simpan di .claude/agents/ dalam proyek) atau level user (bisa dipakai lintas semua proyek kamu). Level user cocok buat sub-agent yang sering kamu pakai di mana-mana.
Langkah 2: Buat File dengan Frontmatter
Struktur dasarnya: bagian YAML frontmatter di atas (metadata), terus system prompt di bawahnya. Field penting di frontmatter:
- name — nama sub-agent
- description — kapan Claude harus mendelegasikan ke sub-agent ini. Ini krusial — Claude pakai deskripsi ini buat mutusin kapan manggil sub-agent. Tulis sejelas mungkin.
- tools — tool apa aja yang boleh diakses (batasi buat keamanan)
- model — model yang dipakai (misal
haikubuat hemat biaya di tugas ringan)
Langkah 3: Tulis System Prompt yang Fokus
Di bawah frontmatter, tulis instruksi spesifik buat sub-agent ini. Makin fokus system prompt-nya ke satu domain (misalnya “kamu adalah reviewer keamanan yang cek SQL injection dan XSS”), makin bagus hasilnya.
Langkah 4: Biarkan Claude Delegasi Otomatis
Setelah file dibuat, Claude bakal otomatis mendelegasikan ke sub-agent kamu ketika ada tugas yang cocok sama description-nya. Kamu gak perlu manggil manual tiap kali.
Tips Bikin Sub-Agent yang Efektif
- Deskripsi = kunci. Kalau
description-nya kabur, Claude gak tau kapan harus pakai. Tulis kondisi pemicunya jelas. - Batasi tools. Sub-agent yang cuma butuh baca? Kunci ke read-only. Ini prinsip keamanan (least privilege) — jangan kasih akses edit kalau gak perlu.
- Pilih model sesuai tugas. Tugas ringan dan berulang → Haiku (murah & cepat). Tugas kompleks → model lebih kuat.
- Satu sub-agent, satu fungsi. Jangan bikin sub-agent yang ngerjain segalanya — pecah jadi spesialis.
Kapan TIDAK Perlu Sub-Agent
Sub-agent punya overhead sendiri. Jangan pakai kalau:
- Tugasnya simpel dan cepat — bikin sub-agent malah nambah kerumitan.
- Kamu butuh hasil eksplorasi tetap ada di percakapan utama buat rujukan berikutnya — sub-agent cuma balikin ringkasan, detail mentahnya “hilang” dari konteks utama.
Buat pemahaman lebih dalam soal apa itu Claude Code dan fitur-fitur lainnya (MCP, hooks, Agent SDK), baca panduan lengkap Claude Code untuk pemula.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan informasi, bukan saran final. Detail konfigurasi sub-agent Claude Code bisa berubah antar versi — cek dokumentasi resmi buat sintaks terbaru sebelum implementasi.
Referensi:
Artikel telah diupdate pada 14/07/2026 untuk memastikan artikel tetap sesuai kondisi terkini.









Tinggalkan Balasan