{"id":392,"date":"2026-07-08T13:25:24","date_gmt":"2026-07-08T06:25:24","guid":{"rendered":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/"},"modified":"2026-07-08T14:07:38","modified_gmt":"2026-07-08T07:07:38","slug":"cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/","title":{"rendered":"Cara Rekrut Talenta AI yang Beneran Bisa Kerja: Kenapa Sertifikat Formal Nggak Cukup"},"content":{"rendered":"<p>tl;dr: Merekrut talenta AI cuma berdasarkan sertifikat formal berisiko mahal \u2014 kamu bisa dapat kandidat yang lulus ujian teori tapi nggak bisa deploy sistem beneran. Di 2026, filter perekrutan tech yang efektif menggabungkan bukti skill nyata (portofolio, tes praktik) dengan kredensial, bukan mengandalkan salah satunya. Artikel ini kasih kerangka buat HRD dan pemilik bisnis: cara menilai kapabilitas AI kandidat lewat <em>proof of work<\/em>, bukan sekadar cek kelengkapan berkas.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_86 ez-toc-wrap-center counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-light-blue ez-toc-container-direction\">\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-6a9346b350814\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"ez-toc-cssicon\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-6a9346b350814\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/#Biaya_Tersembunyi_dari_Salah_Rekrut_Talenta_AI\" >Biaya Tersembunyi dari Salah Rekrut Talenta AI<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/#Kenapa_Sertifikat_Bukan_Jaminan_Kapabilitas\" >Kenapa Sertifikat Bukan Jaminan Kapabilitas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/#Apa_yang_Sebenarnya_Perlu_Kamu_Nilai\" >Apa yang Sebenarnya Perlu Kamu Nilai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/#Kerangka_Penilaian_Berbasis_%E2%80%9CProof_of_Work%E2%80%9D\" >Kerangka Penilaian Berbasis &#8220;Proof of Work&#8221;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/#Membangun_Talenta_AI_Internal_sebagai_Alternatif\" >Membangun Talenta AI Internal sebagai Alternatif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/#Kenapa_Pelatihan_Komunitech_Menghasilkan_Praktisi_Bukan_Pemegang_Sertifikat\" >Kenapa Pelatihan Komunitech Menghasilkan Praktisi, Bukan Pemegang Sertifikat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/#Pertanyaan_yang_Sering_Muncul\" >Pertanyaan yang Sering Muncul<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/#Apakah_HRD_harus_mengabaikan_sertifikat_AI_kandidat\" >Apakah HRD harus mengabaikan sertifikat AI kandidat?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/#Bagaimana_cara_menilai_kapabilitas_AI_kandidat_secara_praktis\" >Bagaimana cara menilai kapabilitas AI kandidat secara praktis?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/#Lebih_baik_rekrut_talenta_AI_bersertifikat_atau_latih_karyawan_internal\" >Lebih baik rekrut talenta AI bersertifikat atau latih karyawan internal?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/cara-rekrut-talenta-ai-yang-beneran-bisa-kerja-kenapa-sertifikat-formal-nggak-cukup\/#Kenapa_tes_praktik_lebih_baik_daripada_kuis_teori_untuk_peran_AI\" >Kenapa tes praktik lebih baik daripada kuis teori untuk peran AI?<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Tersembunyi_dari_Salah_Rekrut_Talenta_AI\"><\/span>Biaya Tersembunyi dari Salah Rekrut Talenta AI<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bayangkan kamu merekrut seseorang untuk membangun sistem otomasi perusahaan berdasarkan sertifikat kompetensi AI-nya yang rapi. Tiga bulan kemudian, kamu sadar dia bisa menjelaskan teori <em>machine learning<\/em> tapi kesulitan menghubungkan API sederhana, apalagi memperbaiki workflow yang error saat produksi. Gaji sudah jalan, proyek mandek, dan kamu balik ke titik nol. Salah rekrut di posisi teknis itu mahal \u2014 bukan cuma gaji yang terbuang, tapi waktu, momentum, dan peluang bisnis yang lewat.<\/p>\n<p>Akar masalahnya sering kali di tahap penilaian: memakai sertifikat sebagai proksi kapabilitas, padahal keduanya nggak selalu berkorelasi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenapa_Sertifikat_Bukan_Jaminan_Kapabilitas\"><\/span>Kenapa Sertifikat Bukan Jaminan Kapabilitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sertifikat kompetensi punya fungsi legit \u2014 dia menandai bahwa seseorang lulus standar penilaian tertentu di satu titik waktu. Tapi buat peran AI, ada tiga celah yang perlu kamu sadari sebagai perekrut:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Sertifikat menguji standar, bukan kreativitas pemecahan masalah.<\/strong> Uji kompetensi menilai pemahaman prosedur normatif. Padahal pekerjaan AI nyata penuh kasus tak terduga: integrasi yang gagal, prompt yang perlu diatur ulang, data yang berantakan.<\/li>\n<li><strong>Ada jeda antara &#8220;lulus&#8221; dan &#8220;sekarang&#8221;.<\/strong> Sertifikat berlaku beberapa tahun, tapi tools AI berubah dalam hitungan bulan. Kandidat bisa saja tersertifikasi dua tahun lalu dengan teknik yang sekarang sudah usang.<\/li>\n<li><strong>Sertifikat nggak menunjukkan proses berpikir.<\/strong> Kamu nggak tahu bagaimana kandidat menghadapi error, membuat keputusan arsitektur, atau menjelaskan trade-off \u2014 hal yang justru menentukan keberhasilan proyek.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_Sebenarnya_Perlu_Kamu_Nilai\"><\/span>Apa yang Sebenarnya Perlu Kamu Nilai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Buat CIO dan pemimpin tim yang membangun talenta di 2026, filter sesungguhnya bukan kredensial, melainkan <strong>learning agility<\/strong> dan skill yang terbukti. Untuk peran AI automation, tiga kapabilitas ini jauh lebih prediktif ketimbang isi berkas:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Kemampuan deploy end-to-end.<\/strong> Bisakah kandidat membangun sistem dari ide sampai jalan di produksi \u2014 bukan cuma bikin prototipe di notebook?<\/li>\n<li><strong>Kemampuan integrasi.<\/strong> Menghubungkan LLM ke tools eksternal, mengatur webhook, membangun alur kerja yang <em>scalable<\/em>. Ini keahlian yang paling sering dibutuhkan dan paling jarang bisa diverifikasi lewat sertifikat.<\/li>\n<li><strong>Troubleshooting di kondisi nyata.<\/strong> Bagaimana dia bereaksi saat sistem error? Kemampuan memperbaiki masalah langsung lebih berharga daripada hafalan teori.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kerangka_Penilaian_Berbasis_%E2%80%9CProof_of_Work%E2%80%9D\"><\/span>Kerangka Penilaian Berbasis &#8220;Proof of Work&#8221;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ganti pertanyaan &#8220;punya sertifikat apa?&#8221; dengan &#8220;bisa nunjukin apa?&#8221;. Berikut cara praktis menilai kandidat AI tanpa terjebak formalitas kertas:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Minta portofolio yang bisa diklik.<\/strong> AI agent yang live, workflow otomasi yang jalan, atau repo dengan demo. Kalau kandidat nggak punya satupun sistem yang bisa ditunjukkan, itu sinyal.<\/li>\n<li><strong>Beri tes praktik singkat, bukan kuis teori.<\/strong> Contoh: &#8220;hubungkan form ini ke notifikasi tim lewat otomasi&#8221; atau &#8220;perbaiki workflow yang error ini&#8221;. Kamu langsung lihat cara kerjanya.<\/li>\n<li><strong>Tanyakan studi kasus konkret.<\/strong> Masalah bisnis apa yang pernah dia selesaikan dengan AI, tools apa yang dipakai, dan berapa dampaknya (jam kerja dihemat, biaya turun).<\/li>\n<li><strong>Perlakukan sertifikat sebagai pelengkap, bukan gerbang.<\/strong> Data 2026 menunjukkan perusahaan yang efektif menggabungkan tes skill dengan kredensial \u2014 bukan memilih salah satu secara ekstrem.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kalau kamu ingin tim internalmu memahami skill AI yang perlu dinilai, referensi tentang <a href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/ai-agent\/cara-jadi-ai-automation-engineer-di-indonesia-panduan-karir-2026\/\">peran AI automation engineer di Indonesia<\/a> bisa jadi acuan kompetensi yang realistis, dan data <a href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/karir-skill\/gaji-ai-automation-engineer-indonesia-2026-data-lengkap-per-level-sektor-dan-cara-naikin-valu\/\">gaji AI automation engineer 2026<\/a> membantumu menetapkan ekspektasi kompensasi sesuai level kapabilitas.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membangun_Talenta_AI_Internal_sebagai_Alternatif\"><\/span>Membangun Talenta AI Internal sebagai Alternatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kadang kandidat siap-pakai dengan kapabilitas yang kamu butuhkan itu langka atau mahal. Alternatifnya: kembangkan talenta dari dalam. Karyawan yang paham konteks bisnismu, lalu dilatih membangun sistem AI nyata, sering kali lebih berharga daripada rekrutan baru bersertifikat yang belum tentu paham operasionalmu.<\/p>\n<p>Pelatihan yang tepat bukan yang cuma mengantar peserta ke ruang ujian, tapi yang membuat mereka pulang membawa sistem AI yang sudah live \u2014 sesuatu yang langsung bisa dipakai perusahaanmu. Pendekatan berbasis output inilah yang membedakan program yang menghasilkan praktisi dari program yang cuma menghasilkan pemegang sertifikat. Untuk memahami cara AI diterapkan langsung ke proses bisnis, lihat contoh di <a href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/implementasi\/ai-agent-untuk-customer-service-panduan-lengkap-studi-kasus-2026\/\">studi kasus AI agent untuk customer service<\/a>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sertifikat formal tetap punya tempat \u2014 untuk kepatuhan administratif dan sebagai lapisan verifikasi tambahan. Tapi menjadikannya satu-satunya filter perekrutan AI adalah cara cepat untuk kehilangan ratusan juta lewat salah rekrut. Yang membedakan talenta AI produktif dari sekadar pemegang sertifikat adalah kemampuan menghasilkan sistem yang jalan. Nilai kandidatmu dari apa yang bisa mereka bangun, bukan cuma dari apa yang tertera di berkas mereka \u2014 dan kalau perlu, bangun kapabilitas itu dari dalam timmu sendiri.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenapa_Pelatihan_Komunitech_Menghasilkan_Praktisi_Bukan_Pemegang_Sertifikat\"><\/span>Kenapa Pelatihan Komunitech Menghasilkan Praktisi, Bukan Pemegang Sertifikat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kalau kamu memilih membangun talenta AI dari dalam tim, jenis pelatihannya menentukan hasilnya. Program yang cuma mengejar sertifikat akan menghasilkan karyawan yang lulus ujian tapi belum tentu bisa menerapkan apapun ke proses bisnismu. Pendekatan Komunitech dirancang berbeda \u2014 berorientasi output, bukan kertas:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Peserta pulang membawa sistem yang live, bukan cuma nama kompetensi.<\/strong> Setiap sesi diarahkan ke hasil nyata: AI agent atau workflow otomasi yang langsung bisa dipakai perusahaanmu, bukan sekadar teori yang menguap setelah ujian.<\/li>\n<li><strong>Latihan di kasus nyata, bukan simulasi normatif.<\/strong> Timmu belajar menghubungkan LLM ke tools internal, membangun otomasi yang scalable, dan menyelesaikan error di kondisi produksi \u2014 kapabilitas yang langsung berdampak ke efisiensi operasional.<\/li>\n<li><strong>ROI yang terukur.<\/strong> Alih-alih membayar untuk selembar kredensial, investasimu balik dalam bentuk sistem fungsional dan jam kerja yang dihemat \u2014 aset yang tetap bekerja lama setelah pelatihan selesai.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Mau punya tim yang bisa membangun, bukan cuma bersertifikat?<\/strong> Komunitech bisa membantu perusahaanmu mencetak talenta AI internal yang pulang membawa AI agent siap-pakai \u2014 solusi nyata untuk masalah bisnismu, bukan sekadar kertas di dinding. Hubungi Komunitech untuk membahas program yang sesuai kebutuhan timmu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertanyaan_yang_Sering_Muncul\"><\/span>Pertanyaan yang Sering Muncul<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_HRD_harus_mengabaikan_sertifikat_AI_kandidat\"><\/span>Apakah HRD harus mengabaikan sertifikat AI kandidat?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tidak. Sertifikat tetap berguna sebagai lapisan verifikasi tambahan dan untuk kepatuhan administratif. Tapi jangan jadikan gerbang utama \u2014 pasangkan dengan penilaian portofolio dan tes praktik supaya kamu benar-benar tahu kapabilitas kandidat, bukan cuma kelengkapan berkasnya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_cara_menilai_kapabilitas_AI_kandidat_secara_praktis\"><\/span>Bagaimana cara menilai kapabilitas AI kandidat secara praktis?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Minta portofolio yang bisa diklik (AI agent live, workflow otomasi), beri tes praktik singkat seperti menghubungkan form ke notifikasi atau memperbaiki workflow error, dan tanyakan studi kasus konkret berisi masalah bisnis yang pernah diselesaikan plus dampaknya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lebih_baik_rekrut_talenta_AI_bersertifikat_atau_latih_karyawan_internal\"><\/span>Lebih baik rekrut talenta AI bersertifikat atau latih karyawan internal?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tergantung kebutuhan dan ketersediaan. Talenta siap-pakai cepat tapi bisa langka dan mahal. Melatih karyawan internal yang sudah paham konteks bisnis sering lebih berharga jangka panjang, terutama jika pelatihannya berbasis output \u2014 peserta pulang membawa sistem AI yang langsung bisa dipakai perusahaan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenapa_tes_praktik_lebih_baik_daripada_kuis_teori_untuk_peran_AI\"><\/span>Kenapa tes praktik lebih baik daripada kuis teori untuk peran AI?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Karena pekerjaan AI nyata penuh kasus tak terduga: integrasi gagal, data berantakan, error produksi. Tes praktik menunjukkan cara kandidat berpikir dan menyelesaikan masalah langsung, sedangkan kuis teori hanya mengukur hafalan yang belum tentu terpakai di lapangan.<\/p>\n<p><em>Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan informasi, bukan saran perekrutan atau hukum final. Praktik penilaian dan kebijakan sertifikasi bisa berbeda antar sektor \u2014 sesuaikan dengan konteks perusahaanmu dan verifikasi ke sumber resmi sebelum menetapkan kebijakan rekrutmen.<\/em><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><a target=\"_blank\" rel=\"noopener nofollow\" href=\"https:\/\/www.techtarget.com\/searchCIO\/feature\/The-talent-reckoning-Beyond-degrees-and-certifications\">TechTarget \u2014 The 2026 talent reckoning: beyond degrees and certifications<\/a><\/li>\n<li><a target=\"_blank\" rel=\"noopener nofollow\" href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/carolinecastrillon\/2025\/12\/15\/why-only-46-of-employers-plan-to-expand-skills-based-hiring-in-2026\/\">Forbes \u2014 Skills-based hiring in 2026<\/a><\/li>\n<li><a target=\"_blank\" rel=\"noopener nofollow\" href=\"https:\/\/bnsp.go.id\/\">BNSP \u2014 Badan Nasional Sertifikasi Profesi<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>tl;dr: Merekrut talenta AI cuma berdasarkan sertifikat formal berisiko mahal \u2014 kamu bisa dapat kandidat yang lulus ujian teori tapi nggak bisa deploy sistem beneran. Di 2026, filter perekrutan tech yang efektif menggabungkan bukti skill nyata (portofolio, tes praktik) dengan kredensial, bukan mengandalkan salah satunya. Artikel ini kasih kerangka buat HRD dan pemilik bisnis: cara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":394,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[74],"tags":[],"class_list":["post-392","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-karir-skill"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=392"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/392\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":398,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/392\/revisions\/398"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/394"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}