{"id":2814,"date":"2026-11-04T12:30:20","date_gmt":"2026-11-04T05:30:20","guid":{"rendered":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/?p=2814"},"modified":"2026-11-04T12:30:20","modified_gmt":"2026-11-04T05:30:20","slug":"voice-cloning-cara-kerja-risiko-cara-melindungi-diri-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/riset\/voice-cloning-cara-kerja-risiko-cara-melindungi-diri-2026\/","title":{"rendered":"Voice Cloning: Cara Kerja, Risiko, dan Cara Melindungi Diri (2026)"},"content":{"rendered":"<div style=\"background:#f8fafc;border-left:4px solid #3b82f6;padding:16px 20px;margin:24px 0;border-radius:0 6px 6px 0\">\n<p style=\"margin:0;font-size:15px;line-height:1.6;color:#1e293b\"><strong>TL;DR:<\/strong> Voice cloning adalah teknologi AI yang meniru suara seseorang dari contoh rekaman, lalu memakai tiruan itu untuk mengucapkan kalimat apa pun yang diketik. Model riset VALL-E dari Microsoft sudah bisa meniru suara dari rekaman 3 detik, sementara ElevenLabs menyarankan 1&ndash;2 menit audio bersih untuk kloning instan. Di Indonesia, OJK mencatat 1.379 laporan penipuan keuangan berbasis AI di Indonesia Anti-Scam Center sampai akhir Juni 2026, termasuk panggilan palsu dengan kloning suara. Buat kamu, artinya suara yang terdengar identik di telepon tidak lagi cukup sebagai bukti: verifikasi lewat jalur kedua adalah pertahanan utama.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"background:#f0f9ff;border-left:4px solid #0284c7;padding:16px 20px;margin:24px 0;border-radius:0 6px 6px 0\">\n<p style=\"margin:0 0 8px;font-size:12px;font-weight:700;letter-spacing:0.05em;text-transform:uppercase;color:#0284c7\">\ud83d\udca1 KEY TAKEAWAY<\/p>\n<ul style=\"margin:0;padding-left:1.2em;font-size:15px;line-height:1.6;color:#0c4a6e\">\n<li style=\"margin-bottom:6px\"><strong>Bahan bakunya sedikit:<\/strong> beberapa detik sampai beberapa menit rekaman suara, yang bisa diambil dari video media sosial atau pesan suara.<\/li>\n<li style=\"margin-bottom:6px\"><strong>Modus utamanya sederhana:<\/strong> suara orang dekat, nomor baru, permintaan transfer yang mendesak.<\/li>\n<li style=\"margin-bottom:6px\"><strong>Telinga bukan alat verifikasi:<\/strong> tutup telepon, lalu hubungi balik ke nomor yang sudah kamu simpan sebelumnya.<\/li>\n<li style=\"margin-bottom:0\"><strong>Kalau sudah telanjur transfer:<\/strong> hubungi bank secepatnya, karena OJK menyebut makin cepat laporan masuk, makin besar peluang dana ditunda atau diblokir.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Seorang warga Malang kehilangan Rp80 juta setelah ditelepon dari nomor baru oleh suara yang persis seperti teman dekatnya. Suara itu meminta transfer, dan korban percaya karena tidak ada yang terdengar janggal. Menurut Kepala OJK Malang Faried Faletehan, pelaku lebih dulu mempelajari kebiasaan dan pola bicara target dari media sosial, lalu mengkloning suara temannya memakai AI. Kasus ini diungkap OJK Malang pada Oktober 2026, dan polanya bisa diulang ke siapa saja yang suaranya pernah terekam.<\/p>\n<h2>Apa Itu Voice Cloning?<\/h2>\n<p>Voice cloning, atau kloning suara, adalah proses membuat tiruan digital suara seseorang dengan kecerdasan buatan. Setelah model mempelajari ciri suara dari contoh rekaman, tiruan itu bisa dipakai untuk membacakan teks apa pun dengan warna suara, aksen, dan intonasi yang mirip pemilik aslinya.<\/p>\n<p>Voice cloning termasuk keluarga <a href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/riset\/deepfake-adalah-pengertian-bahaya-hukum-cara-mendeteksinya\/\">deepfake<\/a>, yaitu konten sintetis buatan AI yang meniru orang sungguhan. Bedanya, deepfake video memalsukan wajah, sedangkan voice cloning hanya memalsukan suara. Justru karena itu, voice cloning lebih mudah dipakai menipu: panggilan telepon dan pesan suara tidak menampilkan wajah yang bisa diperiksa kejanggalannya.<\/p>\n<p>Istilah ini juga perlu dibedakan dari text-to-speech biasa. Text-to-speech (TTS) mengubah teks menjadi ucapan memakai suara bawaan yang tidak meniru siapa pun. Voice cloning memakai mesin TTS yang sama, tetapi suaranya disesuaikan dengan suara orang tertentu.<\/p>\n<h2>Cara Kerja Voice Cloning: Dari Rekaman Pendek ke Suara Baru<\/h2>\n<p>Secara garis besar, prosesnya terdiri dari tiga tahap:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Mengumpulkan sampel suara.<\/strong> Rekaman target bisa berasal dari video, podcast, pesan suara, atau panggilan telepon.<\/li>\n<li><strong>Mengekstrak ciri suara.<\/strong> Model mempelajari pola yang membuat suara itu khas, misalnya warna suara, kecepatan bicara, dan aksen.<\/li>\n<li><strong>Menyintesis ucapan baru.<\/strong> Teks apa pun diubah menjadi audio dengan ciri suara tadi.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Lompatan besarnya terjadi saat model tidak lagi perlu dilatih ulang untuk tiap orang. Dalam makalah <a href=\"https:\/\/arxiv.org\/abs\/2301.02111\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\">VALL-E yang diterbitkan peneliti Microsoft pada Januari 2023<\/a>, model yang dilatih dengan 60.000 jam rekaman ucapan berbahasa Inggris bisa menghasilkan suara personal dari rekaman 3 detik milik pembicara yang belum pernah didengarnya. Pendekatan ini disebut zero-shot: model cukup diberi contoh singkat, tanpa pelatihan tambahan.<\/p>\n<p>Di layanan komersial, durasi sampelnya biasanya lebih panjang demi kualitas. <a href=\"https:\/\/elevenlabs.io\/docs\/product-guides\/voices\/voice-cloning\/instant-voice-cloning\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\">Dokumentasi Instant Voice Cloning ElevenLabs<\/a> menyarankan sekitar 1&ndash;2 menit audio bersih tanpa gema atau suara latar, dan menyebut rekaman lebih dari 3 menit hampir tidak menambah kualitas. Dokumentasi yang sama mencatat AI akan meniru semua yang didengarnya, termasuk kecepatan bicara, aksen, pola napas, bahkan bunyi decak mulut.<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Aspek<\/th>\n<th>Model riset (VALL-E)<\/th>\n<th>Layanan komersial (ElevenLabs Instant Voice Cloning)<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Contoh suara yang dibutuhkan<\/td>\n<td>3 detik<\/td>\n<td>Disarankan 1&ndash;2 menit audio bersih<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Status<\/td>\n<td>Makalah riset, Januari 2023<\/td>\n<td>Fitur produk, dokumentasi diakses November 2026<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pengaman<\/td>\n<td>Tidak dijelaskan di abstrak makalah<\/td>\n<td>Pengguna wajib mengonfirmasi punya hak dan izin untuk mengkloning suara<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Implikasinya buat kamu: rekaman suara yang sudah beredar di media sosial, presentasi kantor, atau voice note grup keluarga sudah cukup sebagai bahan baku. Kamu tidak perlu jadi tokoh publik untuk bisa ditiru.<\/p>\n<h2>Pemakaian yang Sah: Bukan Cuma Alat Penipu<\/h2>\n<p>Teknologi yang sama dipakai untuk banyak keperluan yang sah. Kreator memakainya untuk sulih suara konten ke bahasa lain tanpa merekam ulang, perusahaan memakainya untuk narasi materi pelatihan, dan <a href=\"https:\/\/elevenlabs.io\/safety\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\">halaman keselamatan ElevenLabs<\/a> menyebut teknologinya dipakai untuk mengembalikan suara orang yang kehilangan kemampuan bicara akibat kecelakaan atau penyakit.<\/p>\n<p>Pembedanya ada pada izin. Pada alur kloning instan ElevenLabs, pengguna harus mengonfirmasi bahwa mereka punya hak dan persetujuan untuk mengkloning suara itu sebelum menyimpannya. Penipu tentu mengabaikan konfirmasi semacam itu, atau memakai alat yang tidak memintanya sama sekali.<\/p>\n<p>Kalau kamu ingin mencoba voice cloning untuk suaramu sendiri, harga dan batas paket gratisnya sudah kami bahas di panduan <a href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/tutorial\/elevenlabs-indonesia-harga-cara-pakai-2026\/\">ElevenLabs Indonesia: harga, bahasa, dan cara pakai<\/a>. Untuk perbandingan dengan tools audio lain, lihat juga daftar <a href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/riset\/5-tools-ai-suara-audio-terbaik-2026-elevenlabs-suno-udio-lainnya\/\">tools AI suara dan audio terbaik 2026<\/a>.<\/p>\n<h2>Modus Penipuan Voice Cloning di Indonesia<\/h2>\n<p>Otoritas Jasa Keuangan mencatat 1.379 laporan penipuan keuangan yang terindikasi memakai AI, yang diterima Indonesia Anti-Scam Center (IASC) sejak 22 November 2024 sampai akhir Juni 2026 &mdash; sumber: <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5679819\/ojk-iasc-terima-1379-laporan-terkait-penipuan-keuangan-berbasis-ai\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\">Antara News, 4 Agustus 2026<\/a>. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menyebut 13 laporan di antaranya masuk pada akhir 2024, sisanya 1.366 laporan sepanjang 2025 sampai Juni 2026.<\/p>\n<p>Menurut OJK, modus yang paling banyak dilaporkan adalah penipuan investasi memakai video deepfake figur tertentu. Panggilan palsu dengan kloning suara maupun wajah masuk daftar modus yang sama. Dicky menyebut semua modus itu punya tujuan serupa: membangun kepercayaan korban, menciptakan rasa mendesak, lalu mendorong transfer dana.<\/p>\n<p>Pola yang sering muncul dalam modus kloning suara:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Teman atau kerabat minta tolong.<\/strong> Seperti kasus Rp80 juta di Malang yang diberitakan <a href=\"https:\/\/malang-post.com\/2026\/10\/02\/warga-malang-rugi-rp80-juta-akibat-kloning-suara-ai-ojk-minta-masyarakat-waspada-modus-deepfake\/\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\">Malang Post pada 2 Oktober 2026<\/a>: suara teman dekat, nomor baru, permintaan transfer.<\/li>\n<li><strong>Keadaan darurat keluarga.<\/strong> Suara anak atau orang tua yang mengaku kecelakaan, ditahan, atau butuh biaya rumah sakit saat itu juga.<\/li>\n<li><strong>Atasan memberi perintah.<\/strong> Suara pimpinan meminta staf keuangan mengirim dana untuk transaksi rahasia. Versi videonya pernah menimpa kantor Arup di Hong Kong, yang kami uraikan di panduan deepfake Komunitech.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Satu angka lain memberi gambaran skala penanganannya. Dalam talkshow yang sama, Faried Faletehan menyebut IASC menerima lebih dari 668 ribu laporan pengaduan dari seluruh Indonesia sepanjang Januari&ndash;Agustus 2026, dengan dana korban yang berhasil diselamatkan dan dibekukan mencapai Rp771,2 miliar. Angka itu mencakup semua jenis penipuan, bukan hanya yang memakai AI.<\/p>\n<h2>Cara Mengenali Suara Hasil Kloning<\/h2>\n<p>Jujur saja: mengandalkan telinga makin tidak bisa dipercaya. Model terbaru meniru napas dan intonasi, dan kualitas telepon yang pas-pasan justru menutupi kejanggalan kecil. Petunjuk yang lebih bisa diandalkan ada pada konteks percakapannya.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Nomor tidak dikenal atau nomor baru.<\/strong> Alasan klasiknya: ponsel hilang, ganti nomor, atau pinjam ponsel teman.<\/li>\n<li><strong>Desakan waktu.<\/strong> Kamu diminta bertindak sekarang juga, tanpa sempat bertanya ke orang lain.<\/li>\n<li><strong>Permintaan merahasiakan.<\/strong> Jangan bilang ke siapa-siapa dulu, termasuk ke keluarga atau atasan lain.<\/li>\n<li><strong>Menghindari verifikasi.<\/strong> Menolak ditelepon balik, menolak panggilan video, atau mengalihkan saat ditanya hal yang hanya diketahui orang aslinya.<\/li>\n<li><strong>Kejanggalan audio.<\/strong> Kadang masih terdengar jeda yang tidak wajar, emosi yang datar untuk situasi darurat, atau respons yang lambat saat percakapan berbelok. Anggap ini bonus, bukan patokan utama.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Alat deteksi deepfake audio memang ada, tetapi hampir semuanya menyasar bisnis dan tidak praktis dipakai di tengah panggilan telepon. Untuk penggunaan sehari-hari, prosedur verifikasi jauh lebih efektif daripada aplikasi.<\/p>\n<h2>Yang Perlu Kamu Lakukan: Melindungi Diri, Keluarga, dan Bisnis<\/h2>\n<h3>Untuk kamu dan keluarga<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Buat kata sandi keluarga.<\/strong> Sepakati satu kata atau pertanyaan yang hanya diketahui anggota keluarga, khusus untuk situasi darurat yang melibatkan uang.<\/li>\n<li><strong>Selalu telepon balik.<\/strong> Tutup panggilan, lalu hubungi orang itu di nomor yang sudah lama tersimpan di kontakmu.<\/li>\n<li><strong>Jangan pernah memberi OTP, PIN, atau kata sandi,<\/strong> sesuai imbauan OJK, termasuk kepada orang yang kamu kenal.<\/li>\n<li><strong>Kurangi rekaman suara panjang yang terbuka publik,<\/strong> terutama video yang hanya berisi suaramu dengan latar sepi.<\/li>\n<li><strong>Ajak orang tua bicara soal modus ini.<\/strong> Mereka sering menjadi sasaran modus anak atau cucu yang butuh uang darurat.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Untuk pemilik usaha dan tim<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Tidak ada transfer berdasarkan suara saja.<\/strong> Setiap instruksi pembayaran lewat telepon atau pesan suara wajib dikonfirmasi lewat kanal kedua.<\/li>\n<li><strong>Pakai persetujuan dua orang<\/strong> untuk transfer di atas batas tertentu.<\/li>\n<li><strong>Latih tim keuangan dan admin<\/strong> mengenali pola desakan dan kerahasiaan, karena merekalah yang paling sering ditelepon.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Di Komunitech, prinsip ini kami terapkan saat membangun AI Agent berbasis OpenClaw untuk pekerjaan operasional: agent boleh menyiapkan data dan draf, tetapi keputusan yang memindahkan uang tetap harus melewati manusia lewat jalur yang terverifikasi. Kalau tim kamu mulai memakai AI dan ingin membangun aturan pemakaian sekaligus kewaspadaannya dari dalam, pendekatannya kami bahas di <a href=\"https:\/\/komunitech.com\/blog\/kursus\/training-ai-untuk-perusahaan-panduan-lengkap-buat-tim-2026\/\">training AI untuk perusahaan<\/a>.<\/p>\n<h3>Kalau sudah telanjur transfer<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Hubungi bank atau penyedia pembayaran secepatnya.<\/strong> OJK menyebut makin cepat konfirmasi dilakukan, makin cepat transaksi bisa ditunda atau dana diblokir.<\/li>\n<li><strong>Laporkan ke Indonesia Anti-Scam Center<\/strong> atau hubungi Kontak OJK 157 untuk konfirmasi dan arahan.<\/li>\n<li><strong>Simpan semua bukti:<\/strong> nomor penelepon, rekaman atau catatan waktu panggilan, bukti transfer, dan nomor rekening tujuan.<\/li>\n<li><strong>Buat laporan polisi<\/strong> dengan membawa bukti tersebut.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Pertanyaan yang Sering Ditanya<\/h2>\n<h3>Apakah voice cloning sama dengan deepfake?<\/h3>\n<p>Voice cloning adalah salah satu jenis deepfake, khusus untuk suara. Deepfake mencakup tiruan wajah, gerak tubuh, gambar, dan suara, sedangkan voice cloning hanya meniru suara. Keduanya sering dipakai bersamaan dalam penipuan panggilan video.<\/p>\n<h3>Apakah membuat voice cloning itu ilegal?<\/h3>\n<p>Mengkloning suaramu sendiri, atau suara orang lain dengan izinnya, untuk keperluan seperti sulih suara tidak otomatis melanggar hukum. Yang bisa dipidana adalah perbuatannya, misalnya penipuan atau pencemaran nama baik. Sampai September 2026, menurut ulasan hukum yang kami rujuk di artikel deepfake Komunitech, Indonesia belum punya undang-undang yang khusus mengatur deepfake maupun kloning suara.<\/p>\n<h3>Bisakah penipu mengkloning suaraku dari voice note WhatsApp?<\/h3>\n<p>Secara teknis bisa. Model riset seperti VALL-E bekerja dari contoh 3 detik, jadi voice note beberapa puluh detik yang jatuh ke tangan yang salah sudah cukup sebagai bahan. Risiko terbesarnya ada pada rekaman yang jelas dan bebas suara latar.<\/p>\n<h3>Kenapa telepon balik lebih efektif daripada mendengarkan baik-baik?<\/h3>\n<p>Karena penipu mengendalikan suara, tetapi tidak mengendalikan nomor asli orang yang ditirunya. Saat kamu menghubungi nomor yang sudah lama tersimpan, kamu bicara dengan orang sungguhan, sehingga kualitas tiruan suara tidak lagi berpengaruh.<\/p>\n<h3>Ke mana melapor kalau jadi korban penipuan kloning suara?<\/h3>\n<p>Langkah pertama adalah bank atau penyedia pembayaran yang dipakai untuk transfer, agar dana bisa ditunda atau diblokir. Setelah itu laporkan ke Indonesia Anti-Scam Center atau Kontak OJK 157, lalu buat laporan polisi dengan bukti transfer dan nomor penelepon.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Voice cloning membuat suara tidak lagi bisa dipakai sebagai tanda pengenal. Teknologinya cukup diberi beberapa detik sampai beberapa menit rekaman, dan laporan penipuan berbasis AI yang diterima IASC sudah menembus seribu lebih dalam waktu sekitar satu setengah tahun.<\/p>\n<p>Langkah praktisnya tidak butuh aplikasi apa pun: sepakati kata sandi keluarga hari ini, biasakan menelepon balik ke nomor tersimpan setiap ada permintaan uang, dan pasang aturan dua orang untuk transfer di bisnismu. Ketiga kebiasaan itu tetap bekerja seberapa pun bagusnya tiruan suara di masa depan.<\/p>\n<h2>Referensi<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/arxiv.org\/abs\/2301.02111\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\">Wang dkk. (Microsoft), Neural Codec Language Models are Zero-Shot Text to Speech Synthesizers (VALL-E)<\/a> &mdash; arXiv, Januari 2023<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/elevenlabs.io\/docs\/product-guides\/voices\/voice-cloning\/instant-voice-cloning\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\">ElevenLabs &mdash; Instant Voice Cloning (dokumentasi)<\/a> &mdash; diakses November 2026<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/elevenlabs.io\/safety\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\">ElevenLabs &mdash; Safety<\/a> &mdash; diakses November 2026<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5679819\/ojk-iasc-terima-1379-laporan-terkait-penipuan-keuangan-berbasis-ai\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\">Antara News &mdash; OJK: IASC terima 1.379 laporan terkait penipuan keuangan berbasis AI<\/a> &mdash; 4 Agustus 2026<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/malang-post.com\/2026\/10\/02\/warga-malang-rugi-rp80-juta-akibat-kloning-suara-ai-ojk-minta-masyarakat-waspada-modus-deepfake\/\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\">Malang Post &mdash; Warga Malang Rugi Rp80 Juta Akibat Kloning Suara AI<\/a> &mdash; 2 Oktober 2026<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Disclaimer<\/h2>\n<p>Konten di halaman ini bersifat edukasi dan bukan nasihat hukum maupun keuangan. Angka dan kebijakan dikutip dari sumber publik per November 2026 dan dapat berubah. Komunitech tidak berafiliasi dengan ElevenLabs, Microsoft, maupun media yang dikutip.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TL;DR: Voice cloning adalah teknologi AI yang meniru suara seseorang dari contoh rekaman, lalu memakai tiruan itu untuk mengucapkan kalimat apa pun yang diketik. Model riset VALL-E dari Microsoft sudah bisa meniru suara dari rekaman 3 detik, sementara ElevenLabs menyarankan 1&ndash;2 menit audio bersih untuk kloning instan. Di Indonesia, OJK mencatat 1.379 laporan penipuan keuangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2816,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2814","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-riset"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2814"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2814\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2815,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2814\/revisions\/2815"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunitech.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}